Diri hanya manusia biasa. Mereka juga.

Bismillah hirrahman nirrahim.

Alhamdulillah, terbaca satu post dari Langit Ilahi yang berjaya membakar semangat.

Tak pernah sekalipun dalam hidup aku, jumpa manusia yang sempurna. Memang tak dapat disangkal, ramai orang yang baik, tapi sebagai manusia biasa, keurangan itu pasti ada.

Atas keburukan manusia, senang sangat untuk kita benci merek-mereka nih. Padahal kita lupa sebenarnya, mereka-mereka juga, adalah manusia biasa. Sama seperti kita.

Kita selalu lupa, yang manusia tidak sempurna. Bukan seperti malaikat yang imannya yang mendatar. Manusia imannya berubah-ubah. Justertu, tiada penjelasan diperlukan bila manusia melakukan keburukan.

Kadang-kala, diri pantas untuk mengadili orang laen, tanpa menyedari bahawa Allah, pemilik segala yang di langit dan di bumi pun, menangguhkan pengadilanNya di akhirat kelak. Siapalah kita makhluk kerdil ciptaanNya.

Tapi kita hanya manusia. Punya akal yang sering sukar untuk bertindak rasional. Tak mampu lari daripada melakukan kesilapan.

Sebagai manusia biasa, kita tidak akan selalunya berada diatas. Akan ada masa dimana kita akan jatuh tersungkur. Dan pada ketika kita jatuh, kita memerlukan teman yang akan membantu kita untuk bangun semula.

Oleh sebab itulah, bila ada sahabat yang jatuh, kita harus datang untuk menjadi teman yang memberi tolong, menjadi penyokong untuk bangun semula.

InsyAllah, bila kita jatuh nanti, Allah akan hantar seorang teman yang memahami dan membantu kita untuk berlari semula.

Kita bukan berurusan dengan malaikat yang patuh dan taat kepada Allah sepanjang masa, atau haiwan yang tidak punya akal. Kita, manusia, sedang berurusan dengan manusia lain.

Mari kita sama-sama lapangkan dada, buka hati untuk memberi maaf. Tingkatkan sifat sabar dalam hati, sementara mendidik diri menjadi sorang yang lebih pemaaf. InsyAllah.

Siapa yang memberi keampaunan seluasnya kepada manusia yang berbuat kemungkaran? Ya Rabb.

Kenapa Dia membuka pintu taubat seluasnya?
Kerana Dia tahu makhluknya ini, banyak silapnya.

Sedangkan Allah sendiri memberi maaf kepad mereka yang memohon, apakah kita tergamak menoleh dari membantu mereka kembali ke landasanNya?

Advertisements
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: