berderai-derai-derai

AMARAN: post ini agak personal lagi karat. sila tinggalkan page, jika kurang selesa.

tatkala air mata berlinang,
aku jauh memikirkan dosa semalam yang masih bersisa.
entah bila, entah dimana, entah bagaimana.
diri sanggup melakukan sedemikian rupa.
maafkan diriku, bonda.

termenung sendiri;
kesal.
masa bersama dibiarkan berlalu bagaikan air di tepian sungai.
haih. keluhan penuh sesalan.
maafkan diriku, bonda.

Anak kecik ditatang bagaikan minyak yang penuh.
Segala lompang, ditutupi sebaiknya agar anak kecik itu,
anak kecik itu membesar dengan sempurna.

bukan sekali dua, bukan satu dua kali
bonda berikan yang terbaik.
hampir setiap detik.
aku saja yang kurang mengerti. kurang menghargai.
maafkan diriku, bonda.

sedih.
hati sarat dengan air.
hati bagaikan di tekan-tekan.
hati menjadi perlahan.

hasrat hati ingin selalu dekat di sisi,
tapi apakan daya;
you don’t always get what you want.
you have to just, deal with it!

Come on wani!

Advertisements
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: